hit counter script
Pengertian Beton Bertulang, Serta Kelebihan dan Kekurangannya

BangunSumatera.com - Beton bertulang merupakan material yang digunakan pada sebagian besar kontruksi bangunan, baik besar maupun kecil, misalnya gedung, bendungan, jembatan, dan sebagainya. Struktur beton bertulang lebih sering digunakan dalam sebuah pekerjaan kontruksi dibandingkn dengan jenis struktur lainnya, karena jenis ini dapat bekerja dengan baik dalam suatu sistem struktur, khususnya dalam mengemban tugas menahan gaya tarik.

Beton Bertulang adalah beton yang dikombinasikan dengan tulangan baja dengan luas dan jumlah tulangan yang tidak kurang dari nilai minimum, yang disyaratkan dengan atau tanpa prategang dan dirancangkan bedasarkan asumsi bahwa batang-batang baja yang ditanamkan didalam beton dapat memberikan kekuatan tarik yang diperlukan.

Pada struktur beton bertulang mempunyai beberapa keunggulan akibat dari penggabungan dua buah bahan komposit/campuran, yaitu beton (PC + aggregat halus + aggregat kasar + zat aditif) dan baja sebagai tulangan. Berikut ini kelebihan dari beton sebagai struktur bangunan diantaranya adalah:
  1. Bahan-bahannya mudah didapat.
  2. Harga bahan-bahannya lebih ekonomis dan tidak memerlukan biaya pemeliharaan yang tinggi;.
  3. Mudah dibentuk sesuai dengan keinginan arsitek.
  4. Material beton bertulang mempunyai kekuatan tekan tinggi.
  5. Struktur beton bertulang memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap api/suhu tinggi, dan air.
  6. Beton bertulang dapat dicetak menjadi bentuk yang beragam, mulai dari pelat, balok, kolom yang sederhana sampai atap kubah dan cangkang besar,

Baca: Kenapa Lewat Jalan Tol Harus Bayar ?

Selain keuntungan diatas, beton bertulang juga mempunyai beberapa kelemahan, yakni :
 
  1. Beton bertulang memerlukan bekisting untuk menahan beton agar tetap di tempatnya sampai beton tersebut mengeras;
  2. Beton bertulang memiliki kekuatan per satuan berat yang rendah sehingga mengakibatkan beton bertulang menjadi berat.
  3. Dalam pengerjaan adonan beton bertulang membutuhkan acuan (cetakan) dan perancah (tiang acuan) selama pekerjaan berlangsung.
  4. Beton bertulang memiliki kekuatan per satuan volume yang rendah sehingga mengakibatkan beton akan berukuran relatif besar.
  5. Sifat-sifat yang dihasilkan dari produksi beton bertulang sangat bervariasi karena bervariasinya proporsi campuran dan pengadukannya. 
  6. Proses pembuatan adonan, penuangan dan perawatan beton bertulang tidak bisa ditangani seteliti seperti yang dilakukan pada proses produksi material lain seperti baja dan kayu lapis.

Sumber: Pengadaan.web.id