hit counter script
Kelebihan Dan Kekurangan Atap Asbes

BangunSumatera.com - Saat ini banyak jenis material untuk atap bangunan yang semakin semakin beragam, salah satunya yang sering digunakan adalah asbes.Material Asbes banyak memberikan keuntungan seperti dari segi harga asbes lebih murah dari genteng berbahan tanah liat atau beton. 

Namun asbes juga memiliki kekurangan yang hampir sama dari kelebihannya, Berikut kelebihan dan kekurangan atap asbes:

Harga Murah

Memang tak bisa dipungkiri bahwa harga asbes jauh lebih murah daripada genteng. Asbes juga mudah ditemukan di toko bahan bangunan dekat rumah, berbeda dengan genteng karena tidak semua toko bahan bangunan menjual jenis genteng dengan lengkap.

Ringan

Seperti kita semua tahu bahwa asbes berbentuk lembaran dan terbuat dari serat, sehingga tentu saja asbes lebih ringan. Hal tersebut mempengaruhi jumlah kayu atau baja ringan penyangga yang dibutuhkan. Jika misalnya dengan menggunakan genteng Anda membutuhkan penyangga kayu atau baja ringan dengan jarak maksimal 30 cm, dengan memakai asbes jarak maksimalnya bisa mencapai 1 meter.

Mudah Dipasang

Pemasangan atap asbes jauh lebih efisien dibandingkan dengan pemasangan genteng karena asbes berbentuk lembaran sedangkan genteng harus dipasang satu persatu dan memakan waktu lebih lama. Penggunaan asbes tentu menghemat biaya tukang untuk pemasangan atap.

Kekurangan:

Menyerap Panas

Ruangan yang menggunakan atap asbes akan terasa lebih panas karena sifat asbes menyerap sinar matahari. Sehingga untuk Anda yang tinggal di daerah panas disarankan untuk tidak menggunakan asbes.

Rentan Pecah

Saat pemasangan, asbes harus diletakkan dengan sangat hati-hati karena berbentuk lembaran dan lebih tipis dari genteng. Jika ujung asbes pecah atau retak, maka Anda harus menggantinya dengan lembaran yang baru.

Baca: Cara Menentukan Watt Lampu Ruangan

Efek Negatif Jangka Panjang

Banyak orang bilang atap asbes berbahaya itu semua karena bahan dasar pembuatan asbes adalah karbon, sehingga dalam penggunaan jangka panjang tentu serpihannya akan menimbulkan efek jangka panjang. Dalam 4-5 tahun, atap asbes harus diganti meskipun belum rusak untuk menghindari Anda dari penyakit paru-paru dan gangguan pernapasan lainnya.

Desain Tidak Inovatif

Dari dulu hingga saat ini, desain dan jenis atap asbes tidak mengalami perubahan. Berbeda dengan genteng, kini desain dan modelnya sudah bervariasi. Dalam hal estetika pun, atap asbes masih kalah dengan genteng biasa.

 

 

(Kontraktorjogja)