hit counter script
Jadikan Suasana Alami di Rumah dengan Dinding Batu Alam

BangunSumatera.com - Ada banyak pilihan material yang bisa digunakan untuk melapisi permukaan dinding rumah. Misalnya saja perpaduan semen dan cat, wallpaper, keramik, hingga batu alam. 

Dinding batu alam ini cocok untuk beragam jenis interior design, mulai dari interior minimalis, rustic, tradisional, hingga hunian dengan arsitektur rumah mediterania.

Untuk kamu yang ingin memiliki dinding batu alam agar suasana rumah jadi lebih alami tetapi masih bingung mau menggunakan batu alam yang seperti apa, berikut beberapa referensi diding batu alam yang tampilkan suasana alami di rumah:

1. Batu Sabak

9777722700?profile=RESIZE_584x

Dinding batu alam dari sabak sering juga disebut sebagai dinding batu alam kali. Dinding yang menggunakan batu sabak ini memiliki banyak keunggulan. Di antaranya adalah batu ini sangat kuat sebagai pondasi bangunan.

Batu sabak ini juga bisa dibelah menjadi lempengan tipis sehingga lebih mudah ditempelkan sebagai pelapis dinding. Biasanya dinding batu alam sabak ini digunakan di area luar ruangan seperti dinding pagar, pinggiran kolam ikan minimalis, pilar, hingga penghias taman kering.

2. Batu Marmer

Batu marmer sudah sering ditemukan di rumah-rumah terutama pada area lantai atau permukaan meja dapur. Meski demikian, bukan berarti marmer tidak bisa digunakan sebagai dinding batu alam. Keunggulan dari dinding marmer ini adalah rumah jadi terlihat lebih mewah dan elegan.

Warna marmer pun cukup beragam, ada yang putih, cokelat, dan hitam sehingga bisa disesuaikan dengan keinginan. Jika ingin menggunakan dinding batu alam dari marmer, pastikan hanya untuk interior saja karena marmer mudah rapuh saat terkena panas atau hujan.

3. Batu Andesit

Dibandingkan dengan jenis batu atau keramik batu alam lainnya, batu andesit adalah batu yang paling keras. Bagian pori-porinya juga kecil. Warna batu ini hanya abu-abu dan hitam tapi motifnya cukup beragam. Beberapa motif yang populer adalah model alur, model bakar, dan model abstrak.

Keunggulan dari dinding batu alam andesit ini adalah sangat tahan cuaca, jamur, dan lumut. Dengan demikian, kamu tidak perlu terlalu sering memberikan lapisan khusus pencegah lumut dan jamur. Tidak heran kalau batu andesit ini sudah populer untuk material rumah sejak dulu. Dinding batu alam dari andesit ini cocok untuk area luar ruangan yang sering terkena paparan sinar matahari dan air hujan.

4. Batu Granit

Selain batu marmer, dinding batu alam yang paling populer di kalangan masyarakat adalah yang menggunakan batu granit. Penggunaan batu granit akan menciptakan kesan yang alami sekaligus segar pada interior rumah. Area yang paling cocok untuk menggunakan batu granit adalah kamar mandi dan dapur.

Kombinasikan dengan aneka furnitur dari kayu yang kuat seperti kayu jati. Beberapa furnitur yang bisa dipakai adalah kabinet dan rak gantung.

5. Batu Palimanan

Batu palimanan yang berasal dari Cirebon ini juga cukup populer sebagai material dinding batu alam. Batu palimanan cocok ditempatkan di bagian rumah mana saja, baik di dalam atau pun luar ruangan yang rentan terkena sinar matahari dan hujan. Karena warnanya cukup terang dan pori-porinya besar, setelah proses pemasangan selesai, batu palimanan harus segera diberi zat pelapis khusus.

Tujuannya adalah menghambat pertumbuhan lumut. Jangan lupa untuk melapisi ulang ketika zat pelapisnya sudah mulai menghilang. Harganya pun cukup terjangkau dibandingkan dengan harga batu alam pelapis dinding lainnya.

6. Batu Candi

Batu candi memiliki beragam jenis, namun yang paling favorit untuk dijadikan material dinding batu alam adalah batu candi Borobudur Lava yang warnanya gelap kehitaman. Batu ini diberi nama batu candi karena banyak ditemukan sebagai material pembangun stupa dan candi di masa lampau.

Tidak hanya memberikan kesan alami untuk rumah kamu, dinding batu alam yang menggunakan batu candi ini bisa memberikan nuansa sejuk. Biasanya, batu candi ini dijual dalam bentuk lempengan sehingga mempermudah proses pemasangan pada dinding. Harganya cukup murah dibandingkan dengan batu alam lainnya.

Sayangnya, batu candi ini tidak cocok digunakan sebagai pelapis dinding batu alam di luar ruangan karena mudah menyerap air. Jika terlalu sering terkena hujan, maka lumut akan tumbuh dengan mudah. Jika masih tetap ingin menggunakannya di luar ruangan, pastikan untuk memberi lapisan khusus secara rutin untuk mengurangi pertumbuhan lumut.

7. Batu Paras Jogja

Batu paras Jogja yang biasanya digunakan sebagai dinding batu alam ini ada dua macam, batu paras Jogja krem dan batu paras Jogja putih. Biasanya, harga batu paras Jogja yang berwarna putih ini lebih mahal karena tampilannya yang lebih mempesona. Batu yang cantik ini cocok digunakan sebagai bahan desain keramik batu alam pada bagian interior rumah karena teksturnya lembut. Dijamin interior rumah akan terlihat lebih alami sekaligus elegan.

8. Batu Templek

Batu templek ada beragam jenis yang tergantung pada daerah pembuatannya. Ada batu templek Purwakarta, batu templek Garut, batu templek atau Salagedang. Secara umum, tidak ada yang membedakan keunggulannya, hanya berbeda motif atau pola saja.

Jika dibedakan berdasarkan polanya, batu templek ini ada yang motif acak atau persegi. Biasanya yang motif persegi akan lebih mahal karena bisa mempermudah proses pemasangan di dinding. Namun, yang bermotif acak pun tidak kalah menarik karena bisa membuat dinding batu alam terlihat lebih natural.

9. Batu Susun Sirih

Batu alam susun sirih ini merupakan teknik penyusunan batu alam pada dinding. Biasanya batu susun sirih dibentuk dalam ukuran 3×30 cm atau 3×40 cm. Hasilnya setelah pemasangan, dinding batu susun sirih ini akan terlihat bertekstur dan unik.

Dinding batu alam susun sirih ini biasanya menggunakan material batu andesit, batu Palimanan, batu Purwakarta, hingga batu cupang merah. Tampilannya cocok untuk mempercantik bagian tiang dan model pagar rumah minimalis.

10. Batu Cladding

Teknik penyusunan dinding batu alam lainnya adalah cladding. Biasanya dinding ini menggunakan beberapa warna sekaligus, kemudian disusun secara acak atau pun berurutan. Hasilnya, kamu akan mendapatkan dinding batu alam yang terlihat seperti mozaik. Teknik ini cocok untuk bagian fasad desain rumah modern.

Itulah 10 dinding batu alam yang bisa kamu terapkan di rumah. Apapun batu alam yang kamu pakai, pastikan untuk melapisinya dengan zat khusus agar batu alam selalu terlihat indah dan bebas dari lumut.