hit counter script
Ciri-ciri Konsep Desain Industrial

BangunSumatera.com - Desain industrial merupakan desain yang berfokus pada desain ala pabrik dengan adanya material ekspos yang tampak tidak selesai. Gaya ini seperti bangunan bekas pabrik dengan adanya material ekspos yang tidak digunakan.

Inilah yang membuat gaya industrial identik dengan warna monokromatik, selain itu material yang digunakan cendrung seperti logam dan baja yang sengaja diekspos untuk menunjukkan karakter aslinya. Berikut beberapa ciri khas desain industrial:

1. Atap Ekspos

Atap-ekspos-desain-industrial.jpg?profile=RESIZE_584x

Sumber: lookboxliving

Pada gaya ini, kolom-kolom atau struktur atap lebih sering dibiarkan terlihat dengan jelas. Beberapa mungkin ada yang di-finishing, tetapi kebanyakan dibiarkan unfinished. Atap yang terbuka ini memperlihatkan elemen struktural dari rumah yang membuatnya tampak semakin atraktif. Terlihatnya saluran pipa atau kerangka bangunan pada langit-langit menjadikannya ciri khas unik pada desain interior ini.

2. Dinding Bata

Dinding-bata-desain-industrial.jpg?profile=RESIZE_584xSumber: porcelanosa

 

Tampilan batu bata dibiarkan terekspos dan terlihat dengan jelas. Ada pula batu bata yang dicat dengan warna cerah seperti putih atau abu-abu. Selain batu bata, Anda juga bisa menggunakan kayu atau beton sebagai alternatif dinding lainnya.

Baca: Keuntungan Mengkonsep Unsur Industrial Pada Rumah Minimalis

3. Furniture Dibiarkan Seperti Aslinya

Furniture-dibiarkan-seperti-aslinya-di-desain-industrial.jpg?profile=RESIZE_584x
 
Sumber: homebnc

Furnitur yang digunakan pada gaya industrial cenderung tanpa finishing dan lebih menunjukkan warna aslinya. Furnitur berbahan kayu biasanya tidak dicat, melainkan hanya dipolitur untuk mengantisipasi datangnya rayap.

 

4. Didominasi dengan Warna Gelap

Desain-industrial-didominasi-dengan-warna-gelap.jpg?profile=RESIZE_584x
Sumber: impressiveinteriordesign
 

Konsep desain bergaya industrial biasanya selalu menggunakan warna-warna gelap, monokrom, atau warna bumi seperti cokelat kayu, abu-abu, merah bata, hijau kusam, dan tentunya warna hitam. Namun hal ini tidaklah mutlak, Anda juga bisa kok mencampurkannya dengan warna lain seperti mustard, biru navy, atau bahkan rose gold. Warna-warna terang ini bisa menjadi aksen tersendiri untuk ruangan industrial yang terkesan gloomy.

Baca: Tips Membuat Konsep Rumah Bergaya Industrial

5. Lantai Kayu atau Beton

Lantai-kayu-atau-beton.jpg?profile=RESIZE_584x

Sumber: alexhoffmann

Rumah dengan konsep desain industrial sangat menghindari penggunaan lantai granit atau keramik karena tampilannya yang kurang sesuai dengan kesan yang ingin ditampilkan dari gaya industrial. Nah, rumah industrial lebih banyak menggunakan lantai kayu atau parquette, acian, beton, hingga semen. Kesan yang tampak kasar, ketidaksempurnaan, dan tambalan dari bahan-bahan ini memberikan keindahan tersendiri pada gaya ini.

6. Lampu Khas Industrial

Lampu-khas-industrial.jpg?profile=RESIZE_584x

Sumber: nimvo

Lampu yang digunakan biasanya sangat terkesan industrial, mulai dari penggunaan lampu neon hingga lampu gantung yang sering digunakan untuk pabrik. Lampu gantung yang dicat dengan warna porselen atau yang menggunakan penutup alumunium bisa Anda gunakan karena sangat kental akan lampu dari pabrik-pabrik tua.

7. Penggunaan Baja

Penggunaan-baja.jpg?profile=RESIZE_584x
Sumber: home-designing
 

Pada pabrik-pabrik industri, Anda akan dengan mudah menemukan tiang atau balok yang menggunakan material baja. Material baja ini pun tidak pernah repot-repot disembunyikan di dalam dinding dan dibiarkan saja terekspos di dalam ruangan. Tambahkan sentuhan industrial dari baja ini ke dalam rumah Anda dengan menggunakan aksesoris atau furnitur yang terbuat dari baja.

(bramblefurniture)