hit counter script
Bahaya Kaporit untuk Kesehatan

BangunSumatera.com - Kalsium hipokolit atau yang sering disebut kaporit memiliki rumus kimia Ca(CIO) dikenal sebagai salah satu jenis zat desinfektan air.

Kaporit memiliki bau klorin yang kuat dibandingkan dengan natrium hipoklorit (bahan untuk pemutih pakaian). Pada umumnya bau klorin akan terlepas ketika kaporit masuk ke air dan kaporit terpisah unsur dan bereaksi dengan substansi lain dalam air.

Fungsi kaporit untuk membunuh patogen-patogen berbahaya yang mungkin terdapat dalam air. Penggunaan kaporit bertujuan untuk membasmi bakteri-bakteri tersebut agar orang yang berenang tidak berpotensi untuk terkena penyakit kulit menular.

Kaporit yang bercampur dengan air akan menghasilkan gas klorin. Jika konsentrasi kaporit yang digunakan berlebihan, maka gas klorin yang dihasilkasn juga akan berlebihan.
Gas klorin berlebihan ini lah yang bisa berbahayan jika tertelan atau terhirup ke dalam tubuh. Berikut bahaya dari kaporit yang harus diwaspadai:

Iritasi mata

Anda tentunya pernah merasakan mata memerah dan terasa perih setelah berenang. Banyak yang beranggapan bahwa penyababnya adalah kaporit atau klorin, tetapi anggapan ini memang tidak sepenuhnya benar dan sepenuhnya salah. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa air dalam kolam renang tidak hanya mengandung kaporit tapi juga terkontaminasi oleh urine para perenang. Urine mengandung nitrogen, jika masuk ke dalam kolam renang, maka akan terbentuklah natrium triklorida. Zat ini lah nantinya yang akan memicu iritasi pada mata. Semakin banyak urine yang masuk ke kolam renang maka akan semakin cepat dan parah iritaisi yang terjadi pada mata.

Mengganggu sistem pencernaan

Bahaya kaporit di kolam renang yang kedua adalah dapat mengganggu sistem pencernaan. Meskipun kaporit memiliki fungsi untuk membunuh patogen berbahaya, namun kaporit pada kolam renang tetap tidak baik jika tertelan dalam jumlah yang cukup banyak. Belum lagi terdapat fakta bahwa kaporit sudah bercampur dengan zat lainnya. Menelan air kolam renang dengan konsentrasi kaporit terlalu tinggi bisa menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan mulai dari mulut, kerongkorangan, hingga lambung. Menelan kaporit yang sudah bercampur dengan zat lain juga berpotensi memicu gangguan pencernaan seperti diare, mual, dan muntah.

Merusak kesehatan gigi dan mulut

Selain mengganggu sistem pencernaan, kaporit juga berpotensi merusak kesehatan gigi dan mulut. Penggunaan kaporit akan menghasilkan air kolam renang dengan pH yang lebih tinggi daripada pH air liur. Jika air tersebut tertelan maka protein air liur akan terurai dan membentuk endapan pada gigi perenang. Endapan ini akan mengeras dan memberikan warna yang lebih gelap pada gigi. Menyikat gigi tidak terbukti dapat menjadi solusi dari masalah gigi yang satu ini. Tetapi masih bisa Anda bersihkan dengan secara rutin ke dokter gigi untuk membersihkan gigi.

Baca: Fungsi Kaporit untuk Kebutuhan Air

Mengganggu sistem pernapasan

Bahaya kaporit lainnya adalah dapat mengganggu sistem pernapasan. Sebuah penelitian menyatakan bahwa sering berenang di kolam renang mengandung kaporit bisa meningkatkan risiko terkena asma dan gangguan pernapasan lainnya bagi dewasa maupun anak-anak. Gas klorin berperan sebagai penyabab berbagai gangguan pernapasan ini. Selain kemungkinan penggunaan kaporit yang berlebihan, paparan gas klorin juga bisa disebabkan oleh sirkulasi yang kurang baik yang ada pada kolam renang indoor.

Tidak baik untuk kulit

Penggunaan kaporit berlebihan dan reaksi kaporit dengan zat lainnya bisa menghasilkan zat berbahaya yang tidak baik untuk kulit. Pada dasarnya berada di air terlalu lama memang bisa membuat kulit menjadi kering dan bersisik, sehingga rentan terkena iritasi. Risiko ini juga bisa meningkat jika Anda berenang di kolam renang mangandung kaporit di bawah paparan sinar matahari.

Sumber: (DokterSehat)