hit counter script
5 Desain Ventilasi Udara untuk Rumah Sehat

BangunSumatera.com - Ventilasi udara saat ini sudah berkembang menjadi salah satu bagian dari desain bangunan yang juga tak kalah penting dari elemen lainnya. Ventilasi udara yang baik dimaksudkan agar penghuninya juga dapat menghirup udara segar dari luar rumah namun di sisi lain, nilai estetikanya juga perlu diperhatikan guna menghidupkan suasana suatu ruangan.

Berikut 5 desain ventilasi udara yang menarik untuk hunian Anda:

1.    Ventilasi Udara Kaca Nako

1.-Kaca-nako.jpg?profile=RESIZE_584x

foto: houselogic.com

Ventilasi udara jenis ini biasanya akan menyerap udara lebih banyak karena memerlukan luas dinding yang banyak. Kekurangannya ventilasi jenis kaca memerlukan biaya yang cukup mahal karena selain harus membongkar dinding juga materialnya seperti kaca adalah elemen yang menahan suhu udara sehingga tidak terlalu aman.

2.    Ventilasi Udara Lopster

2.-Lopster.jpg?profile=RESIZE_584x

Foto: arcdaily.com

Lopster adalah jenis ventilasi udara tradisional yang masih tetap digunakan hingga sekarang karena desainnya yang estetik. Susunannya yang dinamis dapat membuat rumah Anda menjadi semakin artsy ditambah dengan cakupan udara segar yang lebih luas bisa Anda dapatkan di rumah Anda.

Lopster biasanya hanya akan diinstalasikan di salah satu dinding rumah, terutama jika ingin menambah nilai estetikanya satu sudut ruangan biasa saja dibuatkan merata berisikan ventilasi udara dari lopster.

Baca: Perbedaan Air Sumur dan Air Gunung yang Harus Diketahui

3.    Ventilasi Udara Cahaya Alami

 

3.-Natural-Light.jpg?profile=RESIZE_584x

Foto: whyskylights.com

Ventilasi udara jenis ini biasanya mengandalkan cahaya dan udara dari luar rumah melalui celah dari sudut atas rumah. Anda bisa menginstalasikan ventilasi udara dengan konsep natural light di ruangan spesifik yang paling membutuhkan pergantian udara seperti contohnya dapur. Ventilasi jenis ini hanya membutuhkan kaca sebagai media yang memberikan pencahayaan dan alat yang dapat fleksibel bisa dibuka dan ditutup.

Biaya yang dikenakan untuk menyematkan ventilasi udara jenis ini juga tidak mahal namun kaca pada dasarnya menyerap suhu udara sehingga kaca pada bisa saja melalui proses pemuaian kala udara sangat panas yang menyebabkan kaca tersebut pecah.

4.    Ventilasi Udara Kayu

 

4.Kayu_.jpg?profile=RESIZE_584x

foto:architecturaldigest.id

Ventilasi udara kayu umumnya dikombinasikan dengan pintu atau jendela dalam ruangan. Kayu sebagai ventilasi udara umumnya dibuat dengan panel satu sama lain sehingga udara atau angin yang masuk tidak terlalu banyak.

Kayu panel yang umumnya digunakan untuk ventilasi rumah juga menambah kesan artistik pada rumah Anda terlebih jika pemilihan kayu dan warnanya juga menarik untuk memberikan kesan yang natural.

Gunakan untuk ventilasi udara bematerial kayu yang tahan terhadap suhu udara karena kayu berisiko mengalami penyusutan dalam jangka waktu tertentu. 

5.    Ventilasi udara dari bambu

 

foto: youtube.com

foto: youtube.com

Bambu merupakan material yang tidak sepadat kayu sehingga masih ada rongga yang dapat mengalirkan udara, sehingga cocok untuk dijadikan material ventilasi udara untuk hunian Anda. Pemilihan bambu yang sarat dengan nilai tradisional sebagai material penyusun ventilasi udara dan dipadukan dengan konsep modernitas membuat rumah Anda menjadi berbeda dari yang lain.

Sama seperti kayu alami pada umumnya bambu juga merupakan material penyerap suhu, bambu yang Anda pilih untuk menjadi ventilasi udara juga diharapkan memiliki pelapis yang tahan terhadap berbagai macam udara terutama terpaan hujan.

 

(